Monthly Archives: July 2012

SQL 2008 Hosting – Indonesia :: Langkah-Langkah Untuk Mengaktifkan Remote Connection di SQL Server 2008 Express

Pada tutorial hari ini, saya akan menjelaskan bagaimana mengaktifkan Remote Connection di SQL Server. Sebelum itu, kami segenap kru Manajemen JaringanHosting ingin mengucapkan selamat menjalankan puasa bagi kaum muslim yang menjalankannnya. Untuk menyambut Bulan Ramadhan ini, kami ada paket FREE hosting untuk Anda yang sedang mencari web hosting. Silahkan kunjungi web kami untuk lebih lengkapnya.

SlmatIdulFitri

 

Ok, mari kita mulai tutorialnya:

1. Buka SQL Server Configuration Manager. Click Start -> Programs -> Microsoft SQL Server 2008 -> Configuration Tools -> SQL Server Configuration Manager.

2. Pada SQL Server Configuration Manager, pilih Layanan SQL Server pada jendela kiri. Jika SQL Server Browser tidak aktif, Anda harus menjalankan servis tersebut dengan click start. Jika tidak, Anda dapat melihat langkah ke 6.

3. Double-klik pada SQL Server Browser, jendela Properties akan muncul. Atur account untuk men-start SQL Server Browser. Dalam contoh ini, saya set ke account Local Service.

 

4. Pada SQL Server Browser Properties, pindah ke tab layanan dan ubah Start Mode ke Automatic. Oleh karena itu, servis akan mulai secara otomatis saat komputer dijalankan. Klik OK untuk menerapkan perubahan.

 

5. Kembali ke SQL Server Configuration Manager, klik kanan pada SQL Server Browser dan pilih start untuk menjalankan servis.

 

6. Pada jendela sebelah kiri, klik SQL Server Network Configuration–> Protocols for SQLEXPRESS. Anda dapat melihat bahwa status TCP/IP protocol dinonaktifkan. Klik kanan dan pilih enable untuk mengaktifkan.

 

7. Ada pop-up muncul bahwa Anda harus me-restart SQL servis untuk menerapkan perubahan.

8. Pada jendela sebelah kiri, pilih SQL Server Services–> pilih SQL Server (SQLEXPRESS) dan klik restart. Maka servisnya akan direstart

 

9. Buka SSMS dan connect ke SQL Server 2008 Express–> klik kanan pada SQL Server Instance dan pilih Properties. Setelah itu, pilih Security di jendela sebelah kiri dan pilih SQL Server and Windows Authentication mode

 

10. Dan lagi, ada pop up muncul bahwa Anda harus me-restart SQL servis untuk menerapkan perubahan.

11. Lanjutkan seperti biasa. Klik kanan dan restart. Selesai…

Semoga tips hari ini membantu Anda. 🙂

 

Advertisements
Categories: SQL Server | Tags: , , , , , , | Leave a comment

ASP.NET Hosting – Indonesia :: Mengatasi Error Message – Cannot read configuration file due to insufficient permissions

Pada hari ini, saya akan mencoba menjelaskan bagaimana mengatasi error message yang kadang-kadang pasti Anda temui. Berikut adalah error message secara keseluruhan:

HTTP Error 500.19 – Internal Server Error

The requested page cannot be accessed because the related configuration data for the page is invalid.

Handler Not yet determined
Error Code 0x80070005
Config Error Cannot read configuration file due to insufficient permissions
Config File \\?\D:\CRM\web.config

Ini sebenarnya adalah hal yang mudah untuk diselesaikan. Anda hanya perlu memberikan full permission (read & write) ke folder httpdocs Anda. Permission yang diberikan itu seperti IIS_WPG, IIS_IUSRS, etc.

Semoga tips hari ini membantu. 🙂

Categories: ASP.NET | Tags: , , , , , , | Leave a comment

ASP.NET MVC 3 Hosting – Indonesia :: Cara Deploy ASP.NET MVC 3 di Shared Hosting

Pada kesempatan kali ini, saya akan coba menjelaskan bagaimana cara mendeploy asp.net mvc 3 applikasi Anda di shared hosting. Karena, saya juga banyak menemukan orang menanyakan hal ini di forum-forum, sperti forum asp.net dan juga stackoverflow.

OK, biasanya pas upload files Anda ke shared hosting, Anda bisa menemukan error seperti berikut:

Masalahnya???

Ketika Anda menginstall MVC 3 Anda di local machine, ada bnyak assemblies yang diregister oleh GAC. Nah, MVC 3 ini butuh assemblies ini. Kecuali web hosting Anda sudah menginstall MVC 3 di server mereka, maka assemblies ini tidak akan ada. Oleh karena itu, Anda akan menemukan error di atas.

Solusinya:

Seperti versi sebelumnya dari MVC, kami sarankan Anda mengatasinya dengan apa yang kita sebut “\ bin deployment.” Bin Deployment ini hanyalah istilah yang berarti perakitan MVC (dan dependensinya) dalam folder aplikasi web Anda / bin.” Tidak sulit untuk mempersiapkan proyek Anda untuk bin deployment, tetapi ada assemblies lagi yang ikut terlibat kembali jika dibandingkan dengan MVC 2. Saya akan menunjukkan apa yang perlu Anda lakukan. Ikuti langkah berikut:

1. Tambahkan Referensi eksplisit utk MVC dan juga dependensinya

Proyek MVC Anda mungkin tidak akan memiliki referensi ke semua assemblies yang dibutuhkan, karena mereka masih di GAC. Jadi, Anda perlu menambahkannya. Berikut adalah daftar (mereka semua akan tersedia dalam tab NET dialog Tambah Referensi.):

– Microsoft.Web.Infrastructure
– System.Web.Helpers
– System.Web.Mvc
– System.Web.Razor
– System.Web.WebPages
– System.Web.WebPages.Deployment
– System.Web.WebPages.Razor

2. Ubah Each Reference’s Copy Local Property to True

Setelah menambahkan referensi, Anda perlu mengatur Copy Local Property untuk setiap referensi Anda tambahkan ke True, seperti gambar dibawah ini

3. Rebuid dan Coba Deploy lagi seperti biasa

Sekarang, ketika Anda membangun aplikasi Anda, MVC assemblies dan dependensinya akan disalin ke direktori / bin, memungkinkan Anda untuk men-deploy-nya kembali seperti biasa.

Semoga tips di atas membantu Anda…

Categories: ASP.NET MVC | Tags: , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.