Monthly Archives: September 2013

SmarterMail 10 Issue – Cara Fix Error No connection could be made because the target machine actively refused it 127.0.0.1:17001

Pada post kali ini saya akan memberikan tutorial mengenai permasalahan di SmarterMail. Tadinya saya menggunakan SmarterMail 5 dan kemudian saya mengupgrade ke SmarterMail 10. Nah, saat itulah permasalahan pun terjadi dan saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengotak atik server saya dan akhirnya permasalahan pun berhasil saya atasi. Windows ASP.NET Hosting Indonesia Mau tahu errornya apa yang buat saya pusing 7 keliling? Berikut adalah error yang muncul:

Error:

No connection could be made because the target machine actively refused it 127.0.0.1:17001 Exception Details: System.Net.Sockets.SocketException: No connection could be made because the target machine actively refused it 127.0.0.1:17001

Stack Trace: [SocketException (0x274d): No connection could be made because the target machine actively refused it 127.0.0.1:17001] System.Runtime.Remoting.Proxies.RealProxy.HandleReturnMessage(IMessage reqMsg, IMessage retMsg) +9456095 System.Runtime.Remoting.Proxies.RealProxy.PrivateInvoke(MessageData& msgData, Int32 type) +345 SmarterTools.SmarterMail.Remoting.IMail.GetGlobalMailSettings(String sessionStr) +0 SmarterTools.SmarterMail.Remoting.RemoteMail.GetGlobalMailSettings(String sessionStr) +28 SMWeb.HelperClasses.RemoteWrapper.GetGlobalMailSettings(UserData usr) +42 SMWeb.Login.Page_Load(Object sender, EventArgs e) +700 System.Web.UI.Control.OnLoad(EventArgs e) +91 SMWeb.HelperClasses.CustomPage.OnLoad(EventArgs e) +168 System.Web.UI.Control.LoadRecursive() +74 System.Web.UI.Page.ProcessRequestMain(Boolean includeStagesBeforeAsyncPoint, Boolean includeStagesAfterAsyncPoint) +2207

Error tersebut yang membuat saya benar-benar kesulitan menemukan cara fix –nya. Akhirnya setelah cari berjam-jam saya dapat menyelesaikan masalah di atas, ada pelajaran baru yang dapat saya pelajari dari situ.

Perlu diketahui tadinya saya menggunakan SmarterMail versi 5. SmarterMail versi 5 ini berjalan di .net 2. Itu masalah yang pertama. Pastikan bahwa Anda sekalian harus configure/setup .net 4 di server Anda, sehingga Anda dapat mengganti application pool dari .net 2 menjadi .net 4. Lihat gambar di bawah ini image_1 Selain itu SmarterMail 5 itu berjalan di Classic Mode. Anda perlu menggantinya ke Integrated Mode pada saat menggunakan SmarterMail 10. Lihat pada gambar di atas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Enable 32 bit application. Pastikan Anda mengganti ke True dan identity process ganti ke Local Service.

Dan langkah terakhir adalah ke Services lalu Start SmarterMail Servicenya. Silahkan dicoba dan semoga tutorial saya ini membantu Anda semua yang menghadapi masalah seperti saya.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Dedicated Server Hosting Tips :: Cara Fix Masalah Resolving Group Policy Error 0x8007000d

Windows ASP.NET Hosting Indonesia

Anda mungkin dapat menemukan error di Application Logs pada server Anda seperti berikut:

Event Type: Error
Event Source: Group Policy Local Users and Groups
Event Category: (2)
Event ID: 8194
Date: 11/26/2011
Time: 6:37:36 PM
User: NT AUTHORITY\SYSTEM
Computer: SERVER1
Description:
The client-side extension could not remove computer policy settings for ‘Domain Policy Name {SPID}’ because it failed with error code ’0x8007000d The data is invalid.’ See trace file for more details.

For more information, see Help and Support Center at http://go.microsoft.com/fwlink/events.asp.

Error di atas ini umumnya dapat disebabkan karena XML file yang rusak di local server tersebut. Ini juga biasanya terjadi ketika ada crash atau shutdown yang tidak diinginkan, contohnya seperti power off secara tiba2.

Untuk meresolve masalah ini, bersihkan/clear Group policy cache pada local server Anda dan pastikan Group Policy cache direpopulated kembali.

  1. Buka Windows Explorer
  2. Paste %ALLUSERSPROFILE%\Application Data\Microsoft\Group Policy\History di address bar Anda
  3. Hapus semua subfolder di lokasi tersebut
  4. Buka command prompt
  5. Tuliskan/type grup date/force Anda
  6. Pastikan kembali subfolder terlihat di lokasi Group Policy cache di atas.

Semoga tutorial singkat kali ini membantu Anda. Anda mungkin tertarik membaca artikel posting saya yang lain di:

Tips Enable Caching pada IIS Untuk Mempercepat Kinerja Server Anda
Cara Membatasi RDP, FTP Dan SQL Akses ke Server Anda Menggunakan Windows Firewall

Categories: Dedicated Server | Tags: , , , , , , | Leave a comment

ASP.NET Hosting Indonesia Tips :: Cara Setup Default Page pada ASP.NET

Saya percaya bahwa dari kalian semua pasti sudah mengetahui apa yang namanya web.config. Web.config digunakan untuk men-setup default document untuk website Anda. Web.config ini dapat digunakan untuk mengganti seluruh website Anda atau hanya di directory tertentu saja. Macam-macam web.config seperti .php, .asp, .htm, .aspx, dan lainnya.

Windows ASP.NET Hosting Indonesia

Tujuan Setup Web.Config

Tujuan dari setup web.config ini agar pada saat Anda/client mem-browse website contoh.com maka akan keluar website yang dituju. Jika Anda lupa men-setup default page-nya maka Anda akan melihat error message “file not found” atau “directory browsing denied”. Web server itu digunakan untuk menemukan default files Anda yang sudah saya list di bawah ini:

  • index.htm
  • index.html
  • default.asp
  • default.aspx
  • index.asp
  • index.aspx
  • index.cfm
  • index.php
  • default.htm

Cara Setup Web. Config

Berikut ini adalah contoh cara setup web.config Anda:

<defaultDocument enabled="true">    <!-- this line enables default documents for a directory -->
<files>
<clear/>     <!-- removes the existing default document list -->
<add value="contoh.htm"/>     <!-- contoh.htm is now the default document  -->
<add value="contoh.php"/>     <!-- 2nd default document in search order -->
<add value="contoh.aspx/>     <!-- 3rd default document in search order -->
<add value="contoh.cfm/>      <!-- 4th default document in search order -->
</files>
</defaultDocument>

Menggunakan Custom Default Document

– Gunakan text editor untuk create file dengan nama web.config
– Simpan file tersebut
– Kemudian tempatkan/taruh web.config Anda ke direktori yang ingin Anda modify/ganti

Detail dari Web.Config Konten

Jika tidak ada web.config terdahulu di direktori Anda, maka web.config Anda yang baru adalah sebagai berikut:

<?xml version="1.0"?>
<configuration>
<system.webServer>
<defaultDocument enabled="true">    <!-- this line enables default documents for a directory -->
<files>
<clear/>     <!-- removes the existing default document list -->
<add value="contoh.htm"/>     <!-- contoh.htm is now the default document  -->
<add value="contoh.php"/>     <!-- 2nd default document in search order -->
<add value="contoh.aspx/>     <!-- 3rd default document in search order -->
<add value="contoh.cfm/>      <!-- 4th default document in search order -->
</files>
</defaultDocument>
<modules runAllManagedModulesForAllRequests="true"/>
</system.webServer>
</configuration>

– Jika ada web.config yang dulu tapi tanpa <system.webServer> section maka web.config baru Anda akan terlihat seperti:

<?xml version="1.0"?>
<configuration>
<system.web>
.. existing text ..
.. existing text ..
</system.web>
<system.webServer>
<defaultDocument enabled="true">    <!-- this line enables default documents for a directory -->
<files>
<clear/>     <!-- removes the existing default document list -->
<add value="contoh.htm"/>     <!-- contoh.htm is now the default document  -->
<add value="contoh.php"/>     <!-- 2nd default document in search order -->
<add value="contoh.aspx/>     <!-- 3rd default document in search order -->
<add value="contoh.cfm/>      <!-- 4th default document in search order -->
</files>
</defaultDocument>
<modules runAllManagedModulesForAllRequests="true"/>
</system.webServer>
</configuration>

– Jika web.config Anda yang dulu sudah mempunyai <system.webServer> section, maka Anda hanya perlu menambahkan <defaultDocument> section

<?xml version="1.0"?>
<configuration>
<system.web>
.. existing text ..
.. existing text ..
</system.web>
<system.webServer>
<defaultDocument enabled="true">    <!-- this line enables default documents for a directory -->
<files>
<clear/>     <!-- removes the existing default document list -->
<add value="contoh.htm"/>     <!-- contoh.htm is now the default document  -->
<add value="contoh.php"/>     <!-- 2nd default document in search order -->
<add value="contoh.aspx/>     <!-- 3rd default document in search order -->
<add value="contoh.cfm/>      <!-- 4th default document in search order -->
</files>
</defaultDocument>
<modules runAllManagedModulesForAllRequests="true"/>
</system.webServer>
</configuration>

Categories: ASP.NET | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

IIS 7.5 Hosting Indonesia :: Tips Enable Caching pada IIS Untuk Mempercepat Kinerja Server Anda

Halo, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana cara mengoptimalkan performa web Anda melalui IIS.

Hmm… Melalui analisa saya, speed tool Google tampaknya lebih menyukai caching browser yang ditetapkan dengan setidaknya satu minggu set kedaluwarsa. Itu masuk akal bagi saya ! Menetapkan cache expiration memberitahu browser pengunjung bahwa tidak ada masalah untuk cache kontennya – sehingga pada kunjungan berikutnya browser akan memuat konten dari local cache daripada meminta dari server lagi . Itu menandakan sesuatu yang bagus dan Anda sudah menang dalam beberapa point di bawah ini:

Windows ASP.NET Hosting Indonesia
1. Kecepatan Loading Page Anda.

Jika halaman , atau bagian paling halaman , dimuat dari cache , selalu akan menampilkan lebih cepat Dan bagi browser pengunjung yang menikamti kecepatan website Anda dalam load , semakin baik kesan mereka terhadap website Anda . Perlu diingat bahwa kecepatan website Anda itu membuat pengunjung lebih menyukainya. Ada hubungan positif di situ. Hehe…

2. Bandwith

Jika data diambil dari cache daripada melalui server , itu menandakan semakin sedikit data yang ditransfer. Berbeda halnya jika bandwidth dilacak/di-track dan dialokasikan pada transfer data bulanan, ini berarti penggunaan yang jauh lebih sedikit dan berpotensi mengurangi biaya untuk hosting Anda. Terlebih jika dalam website Anda banyak image-image yang berukuran besar.

3. Kinerja Server

Jika ada sesuatu yang dimuat dari cache bukan dari server , ini jelas akan mengurangi request yang ada sebelumnya. Bahkan server yang mempunyai kapasitas terkecil umumnya dapat menangani ratusan bahkan ribuan pengunjung bersamaan , tapi eit tunggu sebentar , mengapa melakukan pekerjaan yang tidak perlu dilakukan? Bayangkan jika konten Anda adalah semua cache dan Anda memiliki 50% visitor yang baru dan visitor yang lama… itu berarti bahwa beban website Anda otomatis akan berkurang setengah, betul tidak? Dan pastinya server Anda dapat menangani visitor jauh lebih banyak tanpa mengupgrade resource Anda. Mantap bukan?

Nah, sekarang bagaimana mensetting itu semua? Ikutin langkah berikut:

Pertama buka IIS Manager pada server Anda , buka folder Situs/Site dan kemudian menemukan situs/Site yang ingin Anda manage . Anda dapat mengontrol caching baik untuk seluruh situs atau folder tertentu . Interface dan langkah-langkah yang pada dasarnya sama , tapi saya akan menunjukkan screenshot dari membuat perubahan hanya pada \ images \ folder dari situs pengujian saya :

image_1

Setelah Anda memilih folder, Anda akan melihat sekelompok icon. Anda cari Respon icon HTTP Response Headers  di bagian IIS dari interface IIS Manager. Saya telah mewarnainya.

Setelah Anda klik dua kali pada icon tersebut, Anda akan melihat perubahan interfacenya:

image_2

Dari interface ini, cari pilihan Set Common Headers di sebelah kanan. Klik link tersebut dengan pilihan setting seperti berikut:

image_3

HTTP keep-alive harus sudah dipilih secara default – biarkan seperti itu. Mari kita memperhatikan pilihan Expire Web Content yang tidak dipilih secara default. Setelah Anda memberikan centang pada box tersebut, Anda akan melihat bahwa default content akan berakhir segera … yang tidak membantu sama sekali. Pilih tombol radio untuk “After” kemudian menetapkan rentang tanggal. Google tampaknya lebih suka opsi caching ditetapkan untuk setidaknya satu minggu jadi saya biasanya set ke 8 hari seperti yang ditunjukkan dalam gambar sampel saya.

Klik OK untuk menyimpan pengaturan dan anda selesai! Anda dapat menguji situs Anda menggunakan browser (IE atau Chrome) alat pengembang untuk mengkonfirmasi header, atau menggunakan situs pengujian eksternal untuk mengkonfirmasi caching.

Semoga tutorial saya ini bermanfaat.

Categories: IIS | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Blog at WordPress.com.