IIS

IIS 7.5 Hosting Indonesia :: Tips Enable Caching pada IIS Untuk Mempercepat Kinerja Server Anda

Halo, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana cara mengoptimalkan performa web Anda melalui IIS.

Hmm… Melalui analisa saya, speed tool Google tampaknya lebih menyukai caching browser yang ditetapkan dengan setidaknya satu minggu set kedaluwarsa. Itu masuk akal bagi saya ! Menetapkan cache expiration memberitahu browser pengunjung bahwa tidak ada masalah untuk cache kontennya – sehingga pada kunjungan berikutnya browser akan memuat konten dari local cache daripada meminta dari server lagi . Itu menandakan sesuatu yang bagus dan Anda sudah menang dalam beberapa point di bawah ini:

Windows ASP.NET Hosting Indonesia
1. Kecepatan Loading Page Anda.

Jika halaman , atau bagian paling halaman , dimuat dari cache , selalu akan menampilkan lebih cepat Dan bagi browser pengunjung yang menikamti kecepatan website Anda dalam load , semakin baik kesan mereka terhadap website Anda . Perlu diingat bahwa kecepatan website Anda itu membuat pengunjung lebih menyukainya. Ada hubungan positif di situ. Hehe…

2. Bandwith

Jika data diambil dari cache daripada melalui server , itu menandakan semakin sedikit data yang ditransfer. Berbeda halnya jika bandwidth dilacak/di-track dan dialokasikan pada transfer data bulanan, ini berarti penggunaan yang jauh lebih sedikit dan berpotensi mengurangi biaya untuk hosting Anda. Terlebih jika dalam website Anda banyak image-image yang berukuran besar.

3. Kinerja Server

Jika ada sesuatu yang dimuat dari cache bukan dari server , ini jelas akan mengurangi request yang ada sebelumnya. Bahkan server yang mempunyai kapasitas terkecil umumnya dapat menangani ratusan bahkan ribuan pengunjung bersamaan , tapi eit tunggu sebentar , mengapa melakukan pekerjaan yang tidak perlu dilakukan? Bayangkan jika konten Anda adalah semua cache dan Anda memiliki 50% visitor yang baru dan visitor yang lama… itu berarti bahwa beban website Anda otomatis akan berkurang setengah, betul tidak? Dan pastinya server Anda dapat menangani visitor jauh lebih banyak tanpa mengupgrade resource Anda. Mantap bukan?

Nah, sekarang bagaimana mensetting itu semua? Ikutin langkah berikut:

Pertama buka IIS Manager pada server Anda , buka folder Situs/Site dan kemudian menemukan situs/Site yang ingin Anda manage . Anda dapat mengontrol caching baik untuk seluruh situs atau folder tertentu . Interface dan langkah-langkah yang pada dasarnya sama , tapi saya akan menunjukkan screenshot dari membuat perubahan hanya pada \ images \ folder dari situs pengujian saya :

image_1

Setelah Anda memilih folder, Anda akan melihat sekelompok icon. Anda cari Respon icon HTTP Response Headers  di bagian IIS dari interface IIS Manager. Saya telah mewarnainya.

Setelah Anda klik dua kali pada icon tersebut, Anda akan melihat perubahan interfacenya:

image_2

Dari interface ini, cari pilihan Set Common Headers di sebelah kanan. Klik link tersebut dengan pilihan setting seperti berikut:

image_3

HTTP keep-alive harus sudah dipilih secara default – biarkan seperti itu. Mari kita memperhatikan pilihan Expire Web Content yang tidak dipilih secara default. Setelah Anda memberikan centang pada box tersebut, Anda akan melihat bahwa default content akan berakhir segera … yang tidak membantu sama sekali. Pilih tombol radio untuk “After” kemudian menetapkan rentang tanggal. Google tampaknya lebih suka opsi caching ditetapkan untuk setidaknya satu minggu jadi saya biasanya set ke 8 hari seperti yang ditunjukkan dalam gambar sampel saya.

Klik OK untuk menyimpan pengaturan dan anda selesai! Anda dapat menguji situs Anda menggunakan browser (IE atau Chrome) alat pengembang untuk mengkonfirmasi header, atau menggunakan situs pengujian eksternal untuk mengkonfirmasi caching.

Semoga tutorial saya ini bermanfaat.

Advertisements
Categories: IIS | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

IIS Tips Hosting – Bagaimana Cara Mendetek IIS Application yang ‘Hang’ atau Tidak Responsive

Halo… Pada artikel kali ini saya akan membicarakan troubleshooting/masalah yang muncul di cloud server dan semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Pada artikel kali ini, masalahnya adalah bagaimana mengekspor data dari SQL server melalui halaman web. Halaman web ini akan mengakses data dari tabel SQL dan agregat menjadi file Excel. Ketika klien akan mencoba untuk menjalankan proses ini, CPU di worker process akan melonjak dan spreadsheet Excel tidak akan pernah mengenerate hal itu. Untuk mengembalikan fungsi website, klien akan me-reset IIS. Nah, sekarang bagaimana solusinya?

Windows ASP.NET Hosting Indonesia

Catatan: saya akan memberikan screenshot dari aplikasi / proses yang saya gunakan tapi ini bukan data live yang berkaitan dengan pemecahan masalah pada server cloud.

Windows Server 2008 R2 dan IIS 7 memiliki fitur yang canggih untuk membantu melacak aplikasi yang ‘hang’. Saya secara khusus digunakan Resource Monitor, Performance Monitor dan IIS Worker Processes. Saya juga menggunakan Debug diagnostics untuk menghasilkan laporan yang melihat CPU resources tersebut.

Utilitas pertama yang saya gunakan adalah IIS Worker Process yang menyediakan kemampuan untuk ‘melihat’ IIS Worker Process dan melihat permintaan saat ini mengeksekusi. Untuk mengakses modul ini, buka IIS Manager dan klik pada nama server Anda. Dalam Fitur View panel, scrool ke bawah sampai Anda melihat Worker Process Icon dan double click.

image_1

Ketika Anda membuka fitur ini, Anda akan melihat semua applikasi pool yang berjalan berikut juga dengan metrik saat ini (Process ID, CPU Usage, Private Bytes (KB), dan Virtual bytes (KB). Pilih application pool yang Anda ingin lihat dan klik View Current Request di panel Actions.

image_2

image_3

Setiap permintaan yang memakan waktu lebih lama dari 0 detik untuk beres akan ditampilkan di sini. Anda dapat me-refresh layar ini menggunakan F5 seperti aplikasi Microsoft lainnya. Situasi yang saya hadapi kali ini adalah bahwa permintaan yang saya inginkan tidak pernah selesai sampai IIS reset dilakukan.

Berdasarkan informasi ini, saya membuka Resource Monitor untuk mendapatkan informasi tambahan di mana masalah ini terjadi. Saya urutkan proses yang berjalan dan membuat tanda/mark di samping proses w3wp.exe bahwa saya sedang mengumpulkan informasi tentang masalah ini.

image_4

Resources Monitor menyediakan kemampuan untuk melihat semua proses apapun. Cukup klik kanan pada proses dan pilih Analyze Wait Chain. Selama pemecahan masalah, Wait Chain menunjukkan IIS berada di Waiting for status Response. Gambar di bawah ini diambil dari sebuah server yang berfungsi seperti yang diharapkan.

image_5

Mau tahu lebih lanjut mengenai Wait Chain, silahkan dicek http://msdn.microsoft.com/en-us/library/ms681622 (VS.85). Aspx..

Selama pemecahan masalah ini, proses w3wp.exe menunggu di IIS thread untuk beres/selesai. Berdasarkan informasi ini, masalah tampaknya terjadi pada aplikasi tersebut meminta data dari SQL database, bukan dari masalah timing issues diantara 2 aplikasi.

Saya kemudian men-setup debug diagnotics untuk menangkap kinerja data. Pilihan ini membantu dengan pemecahan masalah seperti CPU yang tinggi, deadlock, waktu respon HTTP yang lama, dan masalah memori. Aku memilih opsi HTTP Response Times. Ini akan memantau semua permintaan IIS dan menciptakan sebuah dump file yang didasarkan pada HTTP response time untuk aplikasi yang bersangkutan.

image_6

image_7

image_8

Setelah saya telah mendapatkan data, sekarang hanya masalah menganalisis file dan cara untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dalam mengevaluasi laporan yang dihasilkan, penggunaan CPU yang tinggi disebabkan oleh penggabungan string daripada penggunaan string builder dan penambahan data. Kadang masalah seperti ini sulit ditemukan, namun yang pentiing kita mengetahui step-step yang diperlukan untuk mengnalisis permasalahan tersebut.

OK, sekian tutorial saya hari ini, semoga membantu.

Categories: Cloud Hosting, IIS | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.